Penjelajah Lunar Rocket M akan mengekstrak air dari es di kawah bulan

Penjelajah Lunar Rocket M akan mengekstrak air dari es di kawah bulan

Masten Space Systems sedang mengembangkan robot penjelajah yang disebut Rocket M yang suatu hari nanti dapat mengekstraksi air dari bulan menggunakan ledakan roket. Penjelajah, bagian dari program Break the Ice NASA, menggunakan pulsa roket untuk memecah tanah es atau regolith Bulan dan mengumpulkan hingga 100 kg partikel es per hari.

Karena tingginya biaya pengiriman kargo dari Bumi, program Artemis NASA untuk memastikan keberadaan manusia yang berkelanjutan di bulan difokuskan pada pengembangan teknologi baru yang akan memungkinkan orang untuk hidup sebanyak mungkin dari sumber daya mereka sendiri.

Yang paling penting adalah air, yang digunakan tidak hanya untuk minum dan mencuci, tetapi juga untuk menopang kehidupan, produksi bahan bakar, budidaya makanan dan banyak keperluan lainnya.

Daerah yang diarsir di kutub selatan Bulan diyakini memiliki deposit es yang besar dalam bentuk lapisan es di kawah gelap. Tantangan terbesar adalah menemukan cara yang ekonomis untuk mengekstrak es ini dalam jumlah praktis dan kemudian membersihkannya untuk transportasi dan penanganan.

Tantangan Break the Ice mengharuskan peserta untuk merancang sebuah rover yang dapat digunakan di Cekungan Aitken dekat Kutub Selatan. Ini adalah kawah bulan terbesar, diperkirakan menampung lebih dari 70 juta kg es.

Bekerja dengan Honeybee Robotics dan Lunar Outpost, Masten Space Systems telah membuat Rocket M, yang memiliki berat 1.118 kg dan dikirim ke permukaan bulan oleh pendarat yang juga bertindak sebagai stasiun bantuan.

Setelah dikerahkan, rover bertenaga surya ini dapat melaju dengan kecepatan hingga 3,45 km/jam dan mendaki 20 persen tanjakan. Dia pindah ke kotak lokasi penambangan yang telah dipilih sebelumnya dan mendirikan kubah logam tertutup yang menyegel regolith.

Roket ditembakkan dalam pulsa setengah detik, membuat regolith mengalami pemanasan konvektif langsung, yang menghancurkan permukaan hingga kedalaman 2 meter dan menciptakan kawah.

Setelah penggilingan, bijih es tersedot oleh penjelajah bulan, dan butiran melewati pemisah magnetik, dan kemudian memasuki ruang siklon pneumatik, di mana partikel yang lebih berat berputar.

Butir yang tersisa melewati penyortir elektrostatik, ruang siklon kedua, kemudian melalui pelat dingin untuk menjebak air yang telah berubah menjadi uap, dan es halus kemudian disimpan untuk transportasi. Seluruh proses memakan waktu 5 hingga 10 menit.

Para pengembang percaya bahwa sistem, yang telah diuji pada simulasi regolith bulan, akan membuat hingga 12 kawah roket per hari dan menghasilkan 100 kg es per kawah. Ini akan memungkinkan ekstraksi lebih dari 420.000 liter air bulan per tahun.

Karena bobotnya yang ringan dan mudah dibawa, Rocket M dapat diskalakan dan dapat mengatasi bongkahan batu, breksi, basal, dan rintangan lainnya. Selain penambangan es, sistem ini juga dapat digunakan untuk mengekstrak regolith kering untuk bahan bangunan.



Diposting: 2021-06-22 07:54:52

Berita sebelumnya | Berita yang akan datang