Elon Musk menunjukkan roket Super Heavy besar dengan mesin yang berfungsi

Elon Musk menunjukkan roket Super Heavy besar dengan mesin yang berfungsi

Tadi malam, SpaceX melakukan uji peluncuran mesin roket untuk pesawat luar angkasa barunya, seperti dilansir Elon Musk dan membagikan foto.

Akselerator stainless steel, dijuluki Super Heavy, menembakkan tiga mesin Raptor dalam "uji statis" singkat di situs Starbase SpaceX di Texas selatan, dekat desa Boca Chica. Ke depan, SpaceX berencana meluncurkan 9 mesin sekaligus.

Roket SpaceX Super Heavy dirancang untuk dapat digunakan kembali sebagai booster tahap pertama untuk meluncurkan pesawat luar angkasa Starship yang besar ke orbit. Tingginya 70 meter, roket harus membawa pesawat ruang angkasa Starship setinggi 50 meter di atas.

Musk mengatakan prototipe Booster 3 Super Heavy kemungkinan tidak akan terbang ke luar angkasa, tetapi akan digunakan untuk pengujian darat. Penggantinya, Booster 4, akan menjadi yang pertama mengirim Starship terbang. Selama penerbangan uji ini, prototipe Starship akan diluncurkan dari fasilitas Starbase SpaceX di Texas ke area target dekat Kauai, Hawaii.

Starship dan Super Heavy membentuk tulang punggung rencana SpaceX untuk misi luar angkasa di masa depan. NASA telah memilih SpaceX untuk mendaratkan astronot di bulan sebagai bagian dari program agensi Artemis. SpaceX telah menjual penerbangan pesawat ruang angkasa lain di sekitar bulan kepada pengusaha Jepang Yusaku Maezawa. Selain itu, Musk ingin menggunakan Starships untuk mengirim astronot ke Mars dan mengatakan pesawat ruang angkasa itu bisa siap diluncurkan pada tahun 2023 jika tes berhasil.


Diposting: 2021-07-20 05:23:52

Berita sebelumnya | Berita yang akan datang